Main Article Content

Abstract

Pemasangan terapi cairan intravena merupakan tindakan memasukkan jarum  melalui transkutan yang kemudian disambungkan dengan selang infus. Faktor resiko tindakan tersebut adalah dalah Flebitis. Faktor yang mempengaruhi kejadian flebitis antara lain umur, jenis kelamin, jenis penyakit, lokasi vena yang digunakan, lama pemasangan, frekuensi ganti balutan, dan jenis cairan.Tujuan umum. menganalisis faktor resiko terhadap kejadian flebitis di Rumah Sakit PGI Cikin tahun 2018. Tipe penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan observasi analitik. Total sampel sebanyak 26 orang. Hasil penelitian menunjukkan kejadian flebitis terbanyak itu pada faktor ukuran kanula dan frekuensi ganti balutan yaitu 22. Adanya pasien yang mengalami kejadian flebitis diharapkan dapat menjadi masukan oleh perawat untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien yang terpasanag infus secara komprehensif.


 

Keywords

Flebitis , Frekuensi ganti balutan Terapi Intravena, Ukuran kanul

Article Details

How to Cite
Merisa, S. . ., & Bawole, L. Y. (2020). Analisis Faktor Resiko Terhadap Kejadian Flebitis di Bangsal K, L, M2 RS PGI Cikini . JURNAL KEPERAWATAN CIKINI, 1(1), 22-26. Retrieved from https://jurnal.akperrscikini.ac.id/index.php/JKC/article/view/21

References

  1. Alexander, M. Corrigan, A.Gorski, L. Hankins, J & Perruca, R.(2010). Infusion Nursing Society, Infusion Nursing:An Evidence Based Approach.Third Edition. St Louis : Dauders Elsevier.
  2. Andreas. (2009). Analisa Hubungan Karakteristik dan Tingkat Kepatuhan Perawat Dalam Melaksanakan Protap Pemasangan Infus. Tesis Program Pasca Sarjana USU.
  3. Brunner & Suddart. (2013). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, edisi 8 volume 2 .Jakarta:EGC.
  4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2007). Guidelines for the prevention of intravascular catheter-related infections. Department of Health and Human Service. Woshington DC . http://www.cdc.gov/glintavascu lar.html.
  5. Darmadi. (2008). Infeksi Nosokomial Problematika dan Pengendaliannya. Jakarta: Salemba Medika.
  6. Darmawan, I. (2008). Flebitis, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya. Edisi 2. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.
  7. Ducel, G.Fabry,J. Nicolle,L. (2002) .Prevention of Hospital-Acquired Infection Practical Guide For Phlebitis. www.who.int/csr/resources/publications/drugresist/en/whocdscreph200212.
  8. Hamton,S. (2008). IV Therapy Journal of Community Nursing.
  9. Hankins, J. Lonway, R. A. W. Hendrick,C & Perdue,M.B. (2013). The Infusion Nurse Society: Infusion Therapy Clinical Practice 2nd. Philadelphia : W.B Sauders Co.
  10. Hidayat, A.A. (2009). Metode Penelitian Keperawatan dan teknik Analisa Data. Jakarta:Salemba Medika.
  11. Hidayati, N. (2012). Gambaran Pelaksanaan Prosedur Perawatan Infus dan Kejadian Flebitis di RSUD Kajen Kabupaten Pekalong
  12. Perry, Potter , (2010). Buku Ajar Fundamental bKeperawatan Edisi 4 jilid 2. Jakarta : EGC