Main Article Content

Abstract

Hipotensi intradialisis dapat terjadi pada pasien yang menjalani hemodialisis, umumnya dipicu oleh ultrafiltrasi yang tinggi, akibat kenaikan berat badan diantara waktu hemodialisis yang belebihan. Pengeluaran cairan secara cepat melalui proses ultrafilltrasi menyebabkan berkurangnya volume sirkulasi relatif. Jika tubuh tidak mampu berespon secara adekuat terhadap penurunan volume sirkulasi saat hemodialisis maka akan terjadi hipotensi intradialisis.  Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan pendekatan purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu, pasien dengan frekuensi HD 2x seminggu dan lama HD 5 jam . Seluruh data bersumber dari catatan medik pasien. Penelitian dilakukan pada bulan Juni dan Juli 2018, terhadap 75 responden. Data tekanan darah selama pelaksanaan hemodialisis dikumpulkan selama1 bulan (8 kali tindakan HD).  Hipotensi intradialisis ditentukan berdasarkan tekanan darah responden sepanjang sesi dialisis  (5 jam HD). Responden  dinyatakan hipotensi intradialisis bila tekanan darah sistolik <100 mmHg.   Hasil penelitian didapat  gambaran  16 %  responden mengalami hipotensi intradialisis, dan  frekuensi kejadian  hipotensi Intradialisis sebesar 4.83%  dari seluruh tindakan hemodialisis. 

Keywords

Hemodialisis Hipotensi intradialisis Tekanan darah

Article Details

How to Cite
Sijabat, A. R. ., & Yenny, Y. (2020). Gambaran Kejadian Hipotensi Intradialisis pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis di RS PGI Cikini. JURNAL KEPERAWATAN CIKINI, 1(1), 11-15. Retrieved from https://jurnal.akperrscikini.ac.id/index.php/JKC/article/view/27

References

    ___________ Indonesian renal registry (2014). Indonesian renal registry.org.
    ___________ National Kidney Foundation. (2006). Clinical practice guidelines and recommendation hemodialysis adequacy. http://www.kidney.org/PROFESSIONALS/kdoqi/guidelines_updates
    Armiyati, Y. (2012). Komplikasi Intradialisis yang dialami Pasien CKD Saat Menjalani Hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Depok: Universitas Indonesia.
    Assimon, M.M & Flythe1,J.E (2017). Intradialytic hypotension definitions of intradialytic hypotension Semin Dial, 30(6): 464–472. doi:10.1111/sdi.12626. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5668149/
    Benaroia M, Iliescu EA. Oral intake during hemodialysis: is there an association with intradialytic hypotension? Hemodial Int. 2008; 12(1):62–65. [PubMed: 18271843]
    Daugirdas, J.T., Blake, P.G., Ing, T.S. (2007). Handbook of Dialysis. 4th ed. Phildelphia. Lipincott William & Wilkins.
    Devenport, A. (2006). Intradialytic Complications During Hemodialysis. Hemodialysis International.
    Kooman, J. (2007). Role of the venous system in hemodynamics during ultrafiltration and bicarbonate dialysis. Kidney International; 42.718–726
    Locatelli, F., Cavalli, A., and Tucci, B. (2010). The Growing Problem of Intradialytic Hypertension. Nephrol; 6: 41–8.
    McLaren, P. & Hunter, C. (2007). Sodium Profiling: The Key Reducing Symtoms of Dialisis? http://nephrologynursing.net/ce/expire2009/Article34403415.pdf.
    Pranandari,R & Supadmi,W. (2015). Faktor Risiko Gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisis RSUD Wates Kulon Progo. Yogyakarta: Majalah Farmaseutik.
    Reeves, P.B, & Mc Clausland, F.R. ( 2019) . Mechanisms, clinical implications, and treatment of intradialytic hypotension. Clinical Journal of American Society Nephroplogy , 13 (8) 1297-1303; DOI:https://doi.org/10.2215/CJN.12141017
    Smeltzer, S.C., & Bare. B.G., (2010). Textbook of medical –Surgical Nursing. ed 12. Philadelpia: Lippincott William & Wilkins.
    Sukandar, E. (2006). Gagal Ginjal dan Panduan Terapi Dialisis. Bandung: Pusat Informasi Ilmiah (PII) Bagian Ilmu Kedokteran UNPAD.
    Thomas, N. (2002). Renal Nursing. (2nd ed) . St Louis Missouri: Elsevier Saunders.