Main Article Content

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat global. PGK memiliki prevalensi dan insidensi yang meningkat, prognosis yang buruk serta biayaperawatanyang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran komorbid pada pasien hemodialisis di RSAU dr. Esnawan Antariksa. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik non-ekperimental yang bersifat kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Puposive Sampling dan didapatkan sampel sebanyak 105 pasien hemodialisis di RSAU dr. Esnawan Antariksa. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas jenis kelamin perempuan, usia tertinggi yaitu rentang usia 55-65 tahun, lama menjalani hemodialisa tertinggi yaitu 1-5 tahun, jenis komorbid tertinggi yaitu hipertensi dan mayoritas jumlah komorbid sebanyak satu penyakit. Kesimpulan penelitian ini diharapkan memberikan gambaran komorbid pada pasien hemodialisis, sehingga dapat dilakukan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk meminimalkan komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis.

Keywords

hemodialisis Komorbid

Article Details

How to Cite
Artiany, S., & Gamayana Trimawang Aji, Y. (2021). Gambaran Komorbid pada Pasien Hemodialisis di Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) drEsnawan Antariksa: Hemodialisis, komorbid. JURNAL KEPERAWATAN CIKINI, 2(2). Retrieved from https://jurnal.akperrscikini.ac.id/index.php/JKC/article/view/57

References

  1. Anita, D. C. (2020). Buku Monograf. Penilaian Status Gizi Pasien Gagal Ginjal Kronis Melalui Biokimiawi Darah. Yogyakarta: UNISA.
  2. Bustan. (2015). Manajemen Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Jakarta : Rineka Cipta .
  3. Fitriani N., &. N. (2017). Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Tekanan Darah Pada Pekerja Shift Dan Pekerja Non-Shift Di PT. X Gresik. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health, 2(1), 57-75.
  4. Huang, d. (2020). Clinical Features of Patients Infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan , China.
  5. Insani Ajeng A., dkk. (2019, Maret). Majority .Volume 8. Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis Dengan Status Nutrisi Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik (PGK) Di Instalasi Hemodialisa RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.
  6. Irawan, E. (2018, April 21). Faktor-Faktor Penyebab Infeksi Saluran Kemih (ISK) (Literature Review). Prosiding Seminar Nasional dan Diseminasi Penelitian Kesehatan , pp. 89-111.
  7. Kemenkes. (2018). Cegah dan Kendalikan Penyakit Ginjal dengan Cerdik.
  8. Komalasari R, dkk. (2014). Buku Ajar Patofisiologi. EGC.
  9. Korin Josen M ,dkk. (2020). Jurnal Sains dan Kesehatan Vol 2 No.4. Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis dengan Tingkat Depresi pada Pasien Hemodialisis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, pp. 367-372.
  10. LeMone, P. B. (2016). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Vol.4.Ed Ke-5. Jakarta: EGC.
  11. Lida, F. (2015). Hubungan Antara Kondisi Komorbid dan Mortalitas Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa di RSU Dokter Soedarso Pontianak.
  12. Mardana, K. (2015). Penyakit Ginjal Kronik Stadium V Akibat Nefrolitiasis dan Pielonefritis Kronis. E-Journal Medika Udayana, 1-10.
  13. Masi, G. N. (2018). Perbandingan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Comorbid Faktor Diabetes Melitus dan Hipertensi di Ruangan Hemodialisa RSUP. Prof. DR.R.D. Kandou Manado. Jurnal Keperawatan Vol.5, No.2, 1-9.
  14. Melastuti Erna, dkk. (2018). Gambaran Karakteristik Pasien Hemodialisis Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Jurnal Ilmiah Kesehatan RUSTIDA, 518-525.
  15. Muanalia. (2018). Hubungan Kadar Asam Urat Terhadap Kadar Ureum Dan Kreatinin Pada Gagal Ginjal Kronik.
  16. Noegroho Bambang S, dkk. (2018). Panduan Pelaksanaan Klinis Batu Saluran Kemih, Edisi 1. In I. A. (IAUI). Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI).
  17. Nurarif.A.H dan Kusuma.H. (2015). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis dan Nanda NIC-NOC Edisi 1. Yogyakarta: Mediaction.
  18. Pralisa Kurnia, dkk. (2020). Jurnal Cerebellum. Gambaran Etiologi Penyakit Ginjal Kronik Stadium V Pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dokter Soedarso Pontianak , pp. 59-65.
  19. Pranandari, R. &. (2015). Faktor Resiko Gagal Ginjal di Unit Hemodialisa RSUD Wates Kulon Progo. Majalah Farmaseutik, Vol.11 No.2, 316-320.
  20. Rauf Syarifuddin, d. (2012). Konsensus Glomerulonefritis Akut Pasca Streptokokus. Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia.
  21. Riskesdas. (2018). Laporan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan .
  22. Setiawan Dional, dkk. (2018:7). Biomarker Acute Kidney Injury (AKI) pada Sepsi. Jurnal Kesehatan Andalas, 113-118.
  23. Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta .
  24. Suparti Sri & Umi Solikhah. (2016, Agustus). Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Kesehatan, Vol 14 No 2. Perbedaan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan, Frekuensi Dan Lama Hemodialisis Di RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, pp. 5-58.
  25. Susalit, E. (2003). Rekomendasi Baru Pelaksanaan Penyakit Ginjal Kronik. In : Penyakit Ginjal Kronik & Glomerulonepati : Aspek Klinik & Patologi Pengelolaan Hipertensi Saat Ini. Jakarta : Perhimpunan Nefrologi Indonesia .
  26. Suwitra. (2006). Penyakit Ginjal Kronik dalam Sudoyo A. W., dkk. Editor Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi ke-4. Jakarta : Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI
  27. Utami M.P.S, dkk. (2016). Gambaran Komorbid Pasien Hemodialisa.